Senin, 24 September 2018

Mengapa Lingkungan Kerja Kaum Milenial Berbeda Dengan Orang Tua Mereka ?

Generasi milenial dapat disebut sebagai agen perubahan dalam berbagai hal seperti mode, musik, hiburan, dan hubungan. Namun, perubahan yang dibawa oleh generasi muda ini kebanyakan ditolak oleh generasi yang lebih tua karena mereka merasa telah nyaman dan familiar dengan hal-hal yang ada sebelumnya, disamping itu mereka juga tidak mengerti bagaimana cara menyesuaikan perubahan yang dibawa oleh generasi milenial dengan kehidupan mereka.

Mengapa Lingkungan Kerja Kaum Milenial Berbeda Dengan Orang Tua Mereka

Generasi milenial telah membuat perubahan di berbagai bidang tak terkecuali dalam lingkungan kerja, yang telah mengubah cara kerja tradisional menjadi jauh lebih modern, mudah beradaptasi, dan bergerak cepat. Bahkan generasi Baby Boomer dan sebagian generasi X tidak mengerti bagaimana cara beradaptasi dan berhubungan dengan kaum muda yang inovatif dan telah bergabung dengan angkatan kerja ini.

Bagaimana kaum milenial mempengaruhi perubahan komunikasi di tempat kerja
Saat ini semua orang telah menggunakan email untuk berkomunikasi baik dalam hal bisnis maupun pribadi. Email menawarkan kecepatan dan efisiensi. Jauh apabila dibandingkan dengan proses pada era dahulu seperti mengirimkan utusan, memo antar kantor dan surat-menyurat. Meskipun email masih menjadi bentuk komunikasi utama untuk bisnis, namun banyak juga yang mengunakan SMS, obrolan group, obrolan Facebook, dan sebagainya untuk berkomunikasi dengan rekan kerja, karena kini semakin banyak waktu yang kita habiskan secara online. Generasi milenial merupakan pengguna asli dari teknologi ini sehingga perkembangan ini jelas akan membuat rekan kerja harus beradaptasi dengan cara komunikasi mereka.

Bagaimana kaum milenial merancang lingkungan kerja
Karena semakin banyak kaum milenial yang meluncurkan bisnis dan memimpin perusahaan, maka tempat kerja yang mereka pimpin pun disesuaikan dengan perubahan masa kini. Selain karyawan didorong untuk saling berinteraksi dan kreatif, desain tempat kerja pun diubah sedemikian rupa, seperti meja kerja tradisional ditukar dengan ruang terbuka, menggunakan meja dan kursi ekstra panjang, dan memakai laptop serta telepon untuk bekerja. Pada dasarnya konsep yang digunakan berfokus pada kemudahan akses antar rekan kerja.

Tidak hanya mengubah tata ruang, tetapi prioritas yang ditawarkan juga berubah dan fleksibel dalam penggunaannya, seperti membuat lingkungan yang nyaman dan menyenangkan, bahkan menawarkan makanan gratis dan akses gym. Semua hal tersebut berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bahagia.

Ketika semua tingkatan karyawan mulai dari asisten hingga presiden dan CEO berbagi ruang kerja yang sama, maka setiap orang memiliki kesempatan berpartisipasi untuk saling memberikan dan mengembangkan ide.

Namun, walaupun dengan tren kantor terbuka sekalipun, tentu masih dibutuhkan sebuah ruangan yang tenang, dan banyak perusahaan telah menemukan cara untuk memastikan karyawannya dapat memiliki waktu sendiri jika itu diperlukan.

Bagaimana kaum milenial mengatur jam kerja
Kita tahu bahwa semua orang dapat dihubungi setiap saat, dengan telepon genggam dan komputer yang selalu siap sedia. Pertanyaannya adalah apa itu jam kerja bagi kaum milenial? dan bagaimana kaum milenial memisahkan antara waktu pribadi dan waktu kerja mereka? Jawabannya. Mereka tidak melakukannya.

Kaum milenial adalah kaum yang multitasking dan dapat menghentikan serta memulai pekerjaan dengan sekejap mata. Di saat tertentu mereka bekerja keras dalam suatu proyek, dan semenit kemudian mereka bersantai sambil melakukan apa yang mereka senangi. Kaum milenial tidak ingin keberhasilan mereka ditentukan oleh jam kerja, tetapi seberapa produktif mereka secara keseluruhan. Disaat generasi lebih tua memandang pekerjaan sebagai tugas yang mereka kerjakan, kaum milenial melihat siapa diri mereka melalui pekerjaan tersebut dan bagaimana cara mereka menghabiskan waktu.

baca juga : Tips Menghemat Waktu Mencari Pekerjaan

Bagi kaum milenial konsep bekerja selama berjam-jam tidak masuk akal bagi mereka, karena mereka terbiasa memiliki akses ke segala sesuatu secara online sepanjang waktu.

Orang tua dari kaum milenial mungkin mempertanyakan kebiasaan kerja dan komitmen mereka untuk berkarir ketika melihat kaum milenial “mengulur-ulur” dengan pergi terlambat ke kantor, sering mengambil libur (jam kerja fleksibel) dan berkomunikasi dengan cara serampangan terhadap rekan kerja maupun atasan mereka melalui pesan teks atau komunikasi elektronik lainnya. Namun kenyataannya lingkungan dan kebiasaan kerja saat ini sudah jauh berbeda jika dibandingkan dengan 25 tahun yang lalu. Oleh karena itu penting bagi setiap orang tua kaum milenial untuk memahami perbedaan yang ada agar dapat mendukung karir anak-anak mereka.
Comments


EmoticonEmoticon